Berbicara dan pengucapan
Panduan praktis tentang berbicara, tata bahasa, pengucapan, mendengarkan, dan perencanaan belajar, ditulis untuk pelajar yang ingin menggunakan bahasa Jepang dalam kehidupan nyata.
Berbicara dan pengucapan · Halaman 5
Mengapa Tidak Ada Tempat Sampah di Jepang? Alasan dan Lokasinya
Tempat sampah umum di Jepang sedikit karena banyak yang dicabut demi keamanan setelah serangan kereta bawah tanah Tokyo tahun 1995, karena mengumpulkan dan memilah sampah umum itu mahal, dan karena kebanyakan orang terbiasa membawa sampahnya pulang. Tempat sampah masih ada di minimarket, stasiun, dan di samping mesin penjual otomatis, tetapi sering kali Anda harus mencarinya.
9 menit bacaPose Peace di Foto Jepang: Mengapa Semua Orang Berpose V
Orang Jepang berpose peace, yang disebut pīsu, saat difoto karena pose itu menjadi gaya yang seru dan ramah sejak 1970-an, dan terus jadi kebiasaan sampai sekarang. Pose ini memberi tangan Anda kegiatan, terlihat ceria dan imut, serta dipahami semua orang, dari anak kecil sampai kakek-nenek.
9 menit bacaMengapa Uang Tunai Masih Umum di Jepang? Alasan dan Frasa
Uang tunai masih umum di Jepang karena aman dibawa, ATM mudah ditemukan, banyak toko kecil menghindari biaya dan mesin kartu, dan banyak orang memang percaya dan lebih menyukainya. Pembayaran nontunai tumbuh pesat belakangan ini, tetapi restoran kecil, kuil, lapak festival, dan daerah pedesaan sering kali masih hanya menerima tunai.
9 menit bacaMengapa Siswa Jepang Membersihkan Kelasnya? Penjelasan O-sōji
Siswa Jepang membersihkan kelasnya sendiri karena bersih-bersih dianggap bagian dari pendidikan, bukan sekadar tugas rutin: kegiatan ini mengajarkan anak merawat ruang bersama, bekerja dalam tim, dan bertanggung jawab. Sebagian besar sekolah punya waktu bersih-bersih harian, sōji no jikan, saat murid menyapu, mengepel lantai, dan merapikan ruangan dalam kelompok kecil.
9 menit bacaMengapa Pejalan Kaki Jepang Menunggu Lampu Merah? Alasan dan Kosakata
Sebagian besar pejalan kaki Jepang menunggu lampu merah karena mereka sudah diajari sejak kecil, ingin memberi contoh baik bagi anak-anak di sekitar, dan mengikuti aturan bersama adalah kebiasaan sosial yang kuat. Menyeberang saat lampu merah juga melanggar Undang-Undang Lalu Lintas Jalan, meski pejalan kaki jarang dikenai sanksi.
9 menit bacaCara Duduk Seiza: Langkah demi Langkah dan Tips Kaki Kesemutan
Untuk duduk seiza, berlututlah di lantai dengan lutut rapat, letakkan punggung kaki rata di belakang, lalu turunkan pinggul ke atas tumit dengan punggung tegak dan tangan di atas paha. Ini cara duduk formal di atas tatami, dan kebanyakan tuan rumah akan segera mempersilakan Anda meluruskan kaki.
9 menit bacaArti Bonsai: Apa Itu 盆栽 dan Cara Membicarakannya
Bonsai (盆栽) berarti pohon yang ditanam di nampan: 盆 (bon) adalah nampan atau wadah dangkal dan 栽 (sai) berarti menanam. Dalam bahasa Jepang, kata ini merujuk pada seni menumbuhkan pohon sungguhan dalam pot kecil dan membentuknya selama bertahun-tahun agar tampak seperti pohon besar yang tua di alam.
9 menit bacaHakone Ekiden: Lomba Lari Estafet Universitas Tahun Baru Jepang dan Kosakatanya
Hakone Ekiden adalah lomba lari estafet jalan raya antaruniversitas yang diadakan setiap tahun pada 2 dan 3 Januari antara pusat kota Tokyo dan Danau Ashi di Hakone. Tim beranggotakan sepuluh pelari mengoper selempang kain, tasuki, melewati sepuluh etape sepanjang sekitar 20 kilometer masing-masing, lima etape berangkat pada hari pertama dan lima etape pulang pada hari kedua, dan banyak keluarga di Jepang menontonnya di televisi sebagai bagian dari libur Tahun Baru.
11 menit bacaTamago Kake Gohan: Cara Orang Jepang Menyantap Telur Mentah di Atas Nasi
Tamago kake gohan (卵かけご飯), sering disingkat TKG, adalah semangkuk nasi hangat dengan telur mentah dan sedikit kecap asin yang diaduk. Ini salah satu sarapan rumahan paling sederhana dan paling digemari di Jepang, dan banyak orang memakannya karena telur yang dijual di Jepang biasanya diberi label dan ditangani dengan memperhitungkan konsumsi mentah.
10 menit bacaTabearuki: Apakah Makan sambil Berjalan Tidak Sopan di Jepang?
Makan sambil berjalan, tabearuki (食べ歩き), sering dianggap tidak sopan di Jepang, terutama di jalan dan kereta yang ramai, tetapi tidak dilarang di mana-mana. Di festival dan jalan kuliner, orang biasanya makan sambil berdiri di dekat lapak, dan kebiasaan yang sopan adalah berhenti, makan di tempat atau di bangku toko, lalu membawa pergi sampah Anda.
10 menit bacaHigasa: Mengapa Orang Jepang Memakai Payung di Bawah Terik Matahari
Higasa (日傘) adalah payung penangkal matahari. Di Jepang banyak orang membawanya dari musim semi hingga musim gugur agar lebih sejuk, menahan sinar UV, dan melindungi kulit, dan pada musim panas yang makin terik belakangan ini, lebih banyak pria juga mulai memakainya.
10 menit bacaMorijio: Mengapa Toko Jepang Menaruh Gundukan Garam di Pintu
Morijio (盛り塩) adalah kerucut atau gundukan garam kecil yang ditaruh di piring di samping pintu masuk restoran, toko, atau rumah di Jepang. Ini jimat untuk menyucikan tempat itu dan, menurut kepercayaan populer, mengundang keberuntungan serta pelanggan, jadi pengunjung sebaiknya membiarkannya saja.
11 menit bacaPanduan praktis
Ubah pengetahuan bahasa Jepang menjadi kepercayaan diri berbicara
Berlatihlah dengan AI Sensei Unihongo di ruang kelas 3D yang imersif, dengan misi permainan peran, pelatihan pengucapan, umpan balik yang berguna, dan permainan pembelajaran yang membangun kosa kata Anda saat bermain.
